Istanbul (KABARIN) - Pemerintah Iran menilai upaya Amerika Serikat memblokade pelabuhan mereka tidak akan berhasil dan justru berpotensi memicu eskalasi konflik baru.
Penasihat militer senior pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menegaskan bahwa negaranya memiliki berbagai cara untuk menghadapi tekanan tersebut. Ia menyebut langkah blokade yang dilakukan AS tidak akan mampu membatasi pergerakan Iran.
“akan gagal,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa jika kebijakan itu terus dijalankan, Iran tidak menutup kemungkinan mengambil langkah konfrontatif sebagai respons.
Rezaei menggambarkan bahwa jika konflik kembali pecah, wilayah pesisir selatan Iran berpotensi menjadi titik utama, dengan dampak yang bisa meluas hingga ke kawasan lain seperti Isfahan dan wilayah barat negara tersebut. Ia bahkan menyinggung kemungkinan terjadinya serangan di ibu kota Teheran.
Ketegangan ini berakar dari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas dengan menyerang target di Israel serta negara lain yang memiliki aset militer AS di kawasan.
Serangan tersebut menewaskan lebih dari 3.300 orang sebelum akhirnya kedua pihak menyepakati gencatan senjata sementara pada awal April dengan mediasi Pakistan.
Meski semula hanya berlaku dua pekan, gencatan senjata itu kemudian diperpanjang tanpa batas oleh Presiden Donald Trump setelah adanya permintaan dari pemerintah Pakistan.
Situasi ini membuat kawasan Timur Tengah masih berada dalam kondisi rawan, dengan potensi konflik yang bisa kembali meningkat sewaktu-waktu.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026